Jumat, 25 September 2015

An Old Vehicle at The Center of Capital City

Around two days ago i had test at the one of top university in Indonesia. It was located in Central Jakarta. The test was one of the way to make smoething possible.

That was the first time I joined the test and it was felt a little bit puzzle. Actualy i didnt know what the speakers of the test said, but i just wanna try my best to finish the test.

I went there by train and i stopped at Cikini station and then I used kopaja to continue trip, it was looked like a little bus but it was not all. And then after a few minutes i arrived at the place of the test.

When I had finished the test, I went fastly to the station because of the time has pointed out 3 oclock. And it was meant that the train would had been full of people. Without knowing to go to the station i just believe my self. I followed the way and crossed a way. At that time i was asking some one how to get the station from here. And then he said, "you can go there buy bemo to maggarai station. It is only 4000 rupiah."

Definitely i frequently have heard 'bemo' but i dont sure i know how bemo looks like. Hahahaha lol. And then i asked about bemo to the pedlar that selling bakpao. For few moment i think he think 'how rube this girl is, she dont even know how bemo looks like'. But actually i dont care what he thinks about. Because i just wanna get home quickly.

When i have been on bemo i just feel. Oh my gosh this is my first time riding bemo. How pity i am. Live at village fir along time.

But on the way to station i just thinking how funny this country was. Around the way to station there were a lot of high and modern building and also there were a busway and the train but this country still has the old vehicle like this. At that time i just feel like. Oke, it my be the reasin why you must study abroad.

Central Jakarta, September 23th 2015


Jumat, 03 Juli 2015

Air Suramadu

Pergi berkelana menyambahi tempat-tempat baru adalah hal yangmenyenangkan. Menyaksikan dan merasakan indahnya ciptaan Tuhan. Bagi para traveler, traveling adalah bagian dari hidup. Ketika silaturahmi bisa terjalin, rasa yang berbeda saat menapaki tanah-tanah baru, merasakan air dari berbagai tempat, dan yang paling  tak terlupakan adalah ketika mata tak berkedip memandang keelokan ciptaan Tuhan, dan mulut tak bergeming mamjn hati yang senantiasa berdzikir, wujud kekaguman akan tempat yang disambangi.

2 tahun lalu, aku mengunjungi jembatan Suramadu dalam rangka study tour sekolahku. Jembatan Suramadu adalah jembatan yang menghubungi pulau Jawa tepatnya Kota Surabaya dan pulau Madura dengan melintasi selat Madura. Jembatan ini memiliki panjang 5438 meter dengan 8 lajur kendaraan. Jembatan ini juga merupakan jembatan yerpanjang di Indonesia. Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge).

Jembatan ini diresmikan awal pembangunannya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009. Pembangunan jembatan ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura, meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura, yang relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di Jawa Timur. Perkiraan biaya pembangunan jembatan ini adalah 4,5 triliun rupiah. Jembatan ini juga dirancang tahan gempa dan diperkirakan bertahan sampai 100 tahun.

Karena je,batan ini adalah jalan tol, maka kita tidak bisa turun untuk sekedar menikmati pemandangan laut lepas di atas jembatan. Namun mungkin akan lebih terasa jika menyebranginya menggunakan sepeda motor. Tak perlu hawatir jika tak membawa kendaraan beroda 2, karena disekitar jembatan terdapat ojek suramadu. Jasa tukang ojek untuk menyebrangi jembatan suramadu.

Memang tak banyak yang bisa dilakukan di sini. Namun ketika melalui jembatan ini, kita akan tahu bahwa konstruksi Indonesia tak kalah keren dengan negara lain. Jembatan ini juga akan lebih indah dilihat pada malam hari dengan lampu yang menghiasi tiang-tiang jembatan.

Sebelum beranjak ke tempat selanjutnya aku dan seorang temanku iseng-iseng turun ke bawah untuk seledar mengambil sebotol air suramadu sebagai oleh-oleh untuk teman kami yang tak kalah gila juga. Hahahaha, mungkin oleh-oleh air suramadu ini adalah salah satu dari hal konyol yang kami lakukan. Yang pwnting membawa buah tangan bukan?

Selasa, 31 Maret 2015

The power of politics

     
     
      Politik banyak menjadi perbincangan di semua tempat oleh berbagai macam kalangan. Cobalah bepergian dengan kendaraan umum, atau berdiam di tempat umum, atau bahkan ketika berkumpul dengan teman, maka hampir semua tempat itu membicarakan politik. Bahasannya macam-macam, bisa keluhan tentang kinerja pemerintah dan presiden dalam suatu bidang atau bahkan terkadang di semua bidang, kemudian saling berlomba beradu argumen mengenai bagaimana seharusnya sang subjek bertindak mengenai politik yang di bahas.
      Ketika politikus mendengar argumen mereka pastilah politikus itu berfikir berbeda dengan dalih kita tidak mengerti politiklah atau apalah. Namun pendapat ini sepenuhnya tidak salah, karena solusi kebanyakan dari masyarakat tak kalah baik dan bahkan sangat baik. Mereka hanya berpendapat dari kacamata mereka. namun satu yang sangat disayangkan. Mereka tidak berpikir bagaimana mereka harus turut berperanmemperbaiki politik yang sudah semerawut.
      Ketika diajukan pertanyaan pada beberapa mahasiswa mengenai kinerja pemerintah saat ini, kebanyakan dari mereka menggelengkan kepal dahulu sebelum memberikan pendapat. "Sekarang politik sudah sangat hancur Mbak. Para petinggi hanya berpikir bagaimana mendapat banyak uang, mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dari jabatan yang diembannya." Ujar Retno, salah satu mahasiswa Universitas Gunadarma yang saat ini berkuliah di jurusan Teknik Industri. tak hanya itu, mahasiswa lain jug berpendapat, "Kepentingan politik di Indonesia membuat banyak bidang dirugikn. Lihat aja pendidikan di Indonesia sekarang. Selain masih sangat mahal, kualitasnya pun sangat tak sebanding. Bahkan saudara kita di perbatasan sana belum tentu bisa mengenyam penddikan. Namun mana peran pemerintah? Mereka hanya berorientasi pada uang, uang, dan uang." Ujar Titin, mahasiswa Universitas Gunadarma yang saat ini aktif berkuliah di jurusan Teknik Industri.
      Begitulah kiranya the power of politics. Ketika politik berkaitan dengan semua aspek namun tak lagi mengenal yang mana kawan, saudara, dan lawan. Ketika rakyat tak lagi berarti untuk politik negeri. Ketika kepentingan individu menjadi prioritas dalam politik.
      Hampir setiap orang di negeri ini akan berbicara hal yang negatif, bersifat mengkritik, dan memberi saran bagaimana seharusnya mengambil sikap. Sisi baik yang adaa dalam politik sirna sudah tertutup oleh fakta yang masyarakat dapatkan.


Minggu, 08 Maret 2015

Gebang Sekolah (Potongan Sungai Impian ke 1)

       Aku datang lagi setelah tersadar dalam keterpurukan panjang. Kini aku hadir lagi, mengabsen goresan tanganku pada sejarah. Aku tak tahu bagaimana bisa aku melupakan hal sepenting "menulis", entahlah, semua seperti terjadi begitu saja. Ternyata memang benar waktu berjalan sangat cepat. Letak kebodohannya adalah aku yang tak berpikir untuk bergerak. Hanya terus diam memandang mimpi yang kugantung bersama bintang setiap malamnya. 
       Untuk orang yang pernah kuberikan kesediaan menuliskan kisahmu, dengan setulus hati aku meminta maaf. Maaf karena sampai saat ini aku bahkan belum melanjutkan menulis kata-kata terhitung saat terakhir kali aku menulis kisahmu. aku akan mulai melangkah dan berlari, jadi kumohon bersabarlah sebentar lagi.

       Kisah ini tentang perjalan menuju impian. perahu yang mengarungi sungai panjang tanpa tahu apan akan berakhir.

       Sama seperti manusia pada umumnya, yang lahir sambil menangis. Yang setelahnya terus berkembang mulai bisa melakukan banyak hal. Berjalan, berbicara, menghapal banyak kosakata baru, lalu bersekolah untuk lebih mengenal dunia. Dimulai dari sekolah dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. dari semua fase itu kini aku berada pada fase perguruan tinggi. Ya, pergi belajar menuntut ilmu di perguruan tinggi. Dari semua fase yang sudah aku lewati, kurasa fase sekolah menengah akhir adalah fase dengan begitu banyak perasaan yang tertulis menjadi sebuah kenangan terjadi di hati ini. Di mana beragam kisah dan hal yang baru kutemukan di sini.

       Tiga tahun yang lalu aku berdiri di depan gerbang itu. Gerbang yang akan menjadi tempatku menuntut ilmu di jenjang sekolah menengah akhir. Dengan masih menggunakan seragam sekolah menengah pertama aku memasuki sekolah itu dengan perasaan berdebar menantikan pengumuman penerimaan siswa baru. Mungkin kau tak  tahu betapa gugupnya aku. Sejak pagi aku bersama temanku yang mendaftar sekolah yang sama sudah menuju ruang guru untuk  bertanya perihal penerimaan siswa baru bahkan ketika ternyata guru yang menangani siswa yang ingin melanjutkan sekolah itu belum datang.

       Tak sabar menunggu aku dan temanku bergegas menuju warnet terdekaT sekolah kami. Pada pagi yang segar di pertengahan tahun 2011 itu dengan penuh semangat aku dan seorang temanku membelah jalanan kotaku, kota kecil di pinggiran pulau Jawa, bersemangat melihat hasil pengumuman. Aku dengar sekolah yang aku tuju memiliki teknologi dan pendidikan yang cukup lebih maju dibanding sekolah lainnya di tempatku, bahkan saat itu kudengar pengumuman mahasiswa baru pun bisa dilihat lewat internet.

      Tak menemukan apa yang kami cari, kami kembali menuju sekolah melihat kembali ke ruang guru apakah guru yang kami cari sudah datang. Setelah kembali, ternyata pengumuman akan diumumkan di sekolah yang kami tuju menjelang tengah hari nanti. Saat itu rasanya waktu berjalan sangat lambat, bahkan lebih lambat dari seekor siput yang tengah berjalan. Di sanalah aku berdiri. Di depan gerbang sekolah menengah akhir yang kutuju. 

       Saat itu sudah tampak banyak siswa setingkatku yang mengerumuni papan pengumuman. Kulihat diantaranya berteriak girang sambil terus mengucapkan rasa syukur, namun ada pula yang terlihat menangis dalam rengkuhan kawanya. Dengan perlahan aku masuk ke dalam kerumunan manusia itu, mencari kalau-kalau Tuhan mengizinkan namaku ada di sana.

       "Alhamdulillah". Puji syukur kuucapkan ketika tahu bahwa aku menjadi salah satu siwa baru di sekolah tersebut. Seketika hilang sudah rasa yang sejak tadi aku tahan dikala melihat anak-anak lain dengan seragam elitnya. Ya, mereka semua kebanyakan datang dari sekolah favorit di kotaku. Tak disangka siswa dari sekolah biasa sepertiku bisa turut menjadi bagian dari keluarga besar sekolah itu. Saat itu dengan perasaan bahagia aku pulang membawa berita gembira untuk Ayah dan Ibu.

      Itu menjadi titik awal di mana hidupku yang sesungguhnya dimulai. Bagaimana rasanya berdiri diantara orang-orang cerdas, kini aku tahu rasanya. Melangkah di atas tanah di lingkungan yang diperjuangkan hampir seluruh siswa di kotaku, aku tahu rasanya. Hari itu di tengah panasnya terik mataahari yang menyinari kotaku yang memang sudah panas karena terletak di daerah pantai, aku bersama siswa baru lainnya melangsungkan Apel penutupan hari pertama Masa Orientasi kami. saat itu aku benar-benar berada di tengah orang-orang baru karena hanya kira-kira sebelas orang saja yang berasal dari sekolahku, tidak seperti anak lainnya yang bahkan seperti pindah kelas saja. Saat itu aku berdejavu, merasakan kembali bagaimana rasanya menjadi murid baru seperti saat pertengahan sekolah menegah pertama, saat aku menjadi murid baru. Beberapa diantara siswa dari sekolah menengah pertama memang teman sekolah dasarku, namun seperti layaknya pergi jauh dan datang lagi ke tempat yang sama berpuluh-puluh tahun kemudian, pastilah terasa asing. Seperti itulah aku dan teman-teman masa sekolah dasarku.

       Aku tak tahu setelah ini apa yang akan terjadi. akan jadi apa nanti aku di sekolah ini. Bagaimana masa depanku. Semua dimulai saat itu. Hari dimana masa penuh gejolakku di mulai. Masa yang menunjukkan padaku banyak rasa bahagia, sedih, dan juga rasa sakit.Masa yang mengenalkanku den mimpi dan cinta, juga rasa sakitnya.




"Ternyata mereka memang berkata jujur bahwa SMA adalah masa terindah dan tak terlupakan. aku sudah membuktikannya dan aku mempercayainya."

Jumat, 06 Maret 2015

Prinsip



Ditengah kompetitifnya dunia dengan berbagai macam tekanannya, di sana aku masih menemukan kesederhanaan. Kesederhaan mimpi, ambisi, dan hidup. Ya, kesederhanaan itu ada di negeriku.



Ketika hampir semua anak berlomba untuk mendapat pendidikan dan menjadi yang terbaik dalam jenjangnya, berlomba untuk mengukir prestasi setinggi-tingginya, bahkan berlomba untuk masuk ke perguruan tinggi bergengsi yang sebagian besar tujuannya adalah demi mendapat pekerjaan berpenghasilan tinggi di masa depan. Namun anak-anak desa yang aku kenal masih berpikiran bersih, mengikuti  kata hati mereka. 

Mereka hanya ingin bersekolah agar mereka berpendidikan dan berwawasan luas, setidaknya lebih dari pada kedua orang tua mereka yang kebanyakan hanya tahu sawah dan lading. Ironis? Memang sedikit terdengar seperti itu. Tapi tahukah kawan? Tujuan hidup mereka sungguh sederhana.



Ketika kebanyakan masyarakat kota saai ini ingin berkarir setinggi-tingginya bahkan berusaha keras agarkarirnya menyentuh dunia internasional, mereka yang berasal dari desa akan pergi ke kota mencari kerja hanya untuk kebutuhan sehari-hari, pendidikan anak di masa depan, dan membeli sebidang tanah yang bisa dipergunakan untuk bertani dan berladang dikala senja nanti.

Setelah lunas menyelesaikan beban pekerjaan yang diemban, di usia senja mereka akan kembali ke desa tempat mereka dilahirkan. Berladang dan bertani. Hidup sederhana dengan udara segar yang bisa dihirup setiap pagi. Air yang sejuk yang dinikmati setiap saat. Menghabiskan masa senja dengan tenang dan damai untuk beribadah.

Jadi untuk kawanku yang memiliki banyak rencana luaar biasa, marilah belajar bersyukur dari orang desa. Untuk kawanku yang selalu mendambakan kemewahan marilah belajar sederhana dari orang desa. Untuk kawanku yang mengharapkan kekayaan di masa tua, marilah belajar mengabdikan akhir usia untuk Tuhan yang telah memberikan segalanya.


Yang terpenting dari semua hal adaalah prinsip hidup. Tanpa prinsip kita hanyalah nahkoda yang tak bisa mengendalikan kapal, terombang-ambing entah sampai kapan. Mungkin sampai karam dan tenggelam.

Senin, 05 Januari 2015

Manusia, Kegelisahan, dan Cara Islam Mengatasinya

Sahabat, kali ini saya mencoba membuat artikel dengan judul "Manusia, Kegelisahan dan Pandangan Islam Terhadapnya". Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam hidup manusia pasti pernah mengalami apa yang dinamakan kegelisahan, dengan jujur saya pun masih sering mengalami hal tersebut atau yang populer dengan nama Kecemasan,
Apa itu gelisah ? menurut saya pribadi gelisah adalah suatu kondisi psikologis manusia dimana saat itu manusia merasa tidak tenang dengan apa yang sedang atau akan dijalaninya dan timbul perasaan bingung, tidak tentram dan perasaan tidak menyenangkan yang lainnya. Itu menurut saya, menurut wikipedia indonesia  gelisah adalah keadaan psikologis dan fisiologis dicirikan oleh komponen somatik, emosional, kognitif, dan perilaku. Seseorang dikatakan gelisah bisa dilihat dari tingkah laku dan raut atau ekspresi dari wajahnya. 
Kegelisahan dapat bersumber dari apapun, misalkan disebabkan oleh harta, kedudukan, percintaan dan semua hal dalam kehidupan manusia bisa menjadi penyebab kegelisahan. Seorang Psikolog Austria Sigmud Freud yang juga pendiri aliran Psikoanalisa dalam psikologi menyebutkan jenis - jenis kegelisahan atau kecemasan dibagi menjadi 3 yaitu kecemasan kenyataan(obyektif), kecemasan neorotik dan kecemasan moril. Berikut penjelasannya :
• Kecemasan obyektif
Suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalamdunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam utnuk mencelakakannya.Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata, bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadia takut kalau ia berada dekat dengan benda-benda tertentu dalam keadaan tertentu dari lingkungan.

• Kecemasan neorotis
Timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah Menurut Sigmund Freud kecemasan ini dibagi tiga macam yakni; kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan, bentuk ketakutan yangirasional (phobia) dan rasa takut lain karena gugup, gagap dan sebaganya.

• Kecemasan moril
Disebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki bermacam-macam emosi antara lain:isri, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa kurang. Semua itu merupakan sebagian dari pernyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat. Sikap seperti itu sering membuat orang merasa kwatir, cemas, takut gelisah dan putus asa.Bila dikaji sebab-sebab orang gelisah adalah karena hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari dalam maupun dari luar. Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama dimulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.
Selanjutnya kegelisahan manusia tersebut dapat menjadi seperti merasa selalu terkucilkan, keterasingan, merasa tidak pasti dan kesepian. 
Sedangkan sekarang bagaimana pandangan islam terhadap kegelisahan ?
Gelisah merupakan salah satu penyakit hati yang harus cepat diobati, seperti halnya penyakit lain maka apabila penyakit hati ini tidak cepat kita atasi maka akan timbul penyakit-penyakit yang lain yang jauh leebih berbahaya. Banyak hal negatif yang merupakan dampak dari gelisah tersebut apabila orang tersebut tidak mengambil tindakan yang tepat dan tidak dibekali iman yang kuat. Misalnya menjadi malas, sedih yang berlarut-larut, minum-minuman keras dan narkoba dengan dalih menghilangkan kegundahan dalam hati.
Allah tidak pernah memberikan suatu ujian kepada manusia melebihi apa yang kemampuannya, itu merupakan janji Allah dalam Al-Quran
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
Artinya:
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Q.S Al Baqarah: 286)
Maka sebagai seorang muslim kita harus yakin, bahwa tidak ada yang kebetulan di dunia ini, bahwa semua yang terjadi merupakan suratan yang sudah diatur oleh Allah SWT.
Lalu apabila datang penyakit gelisah tersebut apa yang harus kita lakukan ? Ingatlah selalu kepada Allah, itulah jawabannya. Hal tersebut sebagaimana telah Allah katakan dengan jelas pada Al-Quran yang artinya :
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du : 28)
dari ayat tersebut sangat jelas dan itu merupakan janji oleh Allah SWT, dengan mengingat Allah SWT dan mengingat bahwa semua telah ditakdirkan dan pasti Allah tau apa yang terbaik bagi kita, maka hati akan menjadi tenteram. Lalu bagaimana cara kita mengingat Allah ? apakah hanya seperti kita mengingat barang, seperti saat kita kehilangan barang lalu diingat-ingat ? tentu saja berbeda. Mengingat Allah disini yang dimaksud adalah dengan cara seperti kita berdzikir kepada Allah SWT, Mengenal dan menghayati kebesarannya, Shalat dan tentu saja selalu yakin akan pertolongannya. Oke, marilah kita sama-sama jabarkan satu persatu
1. Shalat
Ya, shalat merupakan suatu saat dimana manusia melakukan komunikasi secara langsung kepada Allah SWT. Pada saat itulah saat yang paling tepat untuk kita bermunajat dan curhat kepada sang Maha Pencipta. Dalam shalat kita harus hanya mengingat Allah, dan didalamnya terdapat kalimat - kalimat dzikrullah dan ayat-ayat Allah SWT. Kita mengenal berbagai macam shalat sunah antaranya apabila kita sedang gundah dan bingung maka dirikanlah shalat istikharah dan dirikanlah shalat sunnah tahajud apabila ingin selalu mendapatkan pertolongan dari Allah SWT baik di dunia maupun di akhirat. Dibawah ini merupakan hadist-hadist rasullulah tentang Shalat sebagai penawar kegundahan.
«يَا بِلاَلُ أَقِمِ الصَّلاَةَ أَرِحْنَا بِهَا»
Artinya: "Wahai Bilal, iqamahkanlah shalat, tenangkanla kita dengan (mengerjakan)nya". (HR. Abu Daud)
عَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ «حُبِّبَ إِلَىَّ مِنَ الدُّنْيَا النِّسَاءُ وَالطِّيبُ وَجُعِلَ قُرَّةُ عَيْنِى فِى الصَّلاَةِ»
Artinya: "Anas radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallambersabda: "Dicintakan kepadaku dari dunia; wanita dan wewangian dan dijadikan sesuatu yang sejuk di mataku ada di dalam shalat". (HR. Ahmad)
2. Selalu Bersyukur Terhadap Setiap Karunia-Nya
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumatkan, Jika kamu bersyukur akan karuniaKu, pasti Aku tambah untukmu, jika kamu ingkar, sesungguhnya azabKu sangat pedih”. (QS. Ibrahim: 7)
“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rizkinya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat”. (QS. An Nahl : 112)
dari dua ayat diatas Allah telah memberikan janji dan peringatan, pada QS.Ibrahim ayat 7 Allah telah memberikan janji bahwa barang siapa yang bersyukur terhadap nikmatnya maka Allah akan menambahkan nikmat yang diberikan, dan pada QS An Nahl ayat 112 Allah memberikan peringatan bahwa Allah menghilangkan ketentraman suatu negeri yang tidak mensyukuri nikmatnya.
Dari dua ayat tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa kita harus bersyukur terhadap semua nikmatnya, maka dengan bersyukur nikmat kita bertambah, nikmat bukan hanya berupa materi, ketentraman merupakan sesuau yang lebih berharga dari pada sebuah materi, karena apabila seseorang memiliki banyak materi namun dicabut ketenangan oleh-Nya maka apapun yang dikerjakan rasanya tidak nyaman, bahkan makanpun tidak enak. 
3. Dzikrullah (Berdzikir terhadap Allah)
 yah, dzikir merupakan ibadah yang paling mudah dilakukan. Dzikir dapat dilakukan kapanpun dimanapun asalkan dalam keadaan suci dan tempat yang tidak najiz. Dzikir juga merupakan salah satu amalan yang sangat mudah dan ringan untuk dikerjakan, dapat dilakukan di dalam hati maupun disuarakan dengan lisan. Dzikir ini pun tidak diikuti aturan mengenai batas minimal atau maksimal untuk melakukannya, intinya adalah niat dan keikhlasan kita.
Mengingat Allah swt melalui berdzikir dapat dilakukan dengan cara mengucapkan kalimat-kalimat thoyyibah (seperti, astagfirullaahal’adhim, subhanallah, alhamdulillah, Laa ilaa ha Illallah, Allahu Akbar) secara lisan maupun di dalam hati berulang-ulang dan terus-menerus, sebanyak yang kita mampu.
“… Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah(berdzikir) hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du : 28)
Dzikir, tidak hanya dilakukan dengan lisan. Namun, dzikir yang utama adalah rangkaian amalan yang melibatkan pikiran, hati, lisan dan perbuatan. Dengan selalu berdzikir Insya Allah akan selalu diberi kemudahan, penceraahan dan ketenangan dalam hati.
4. Selalu Yakin akan Pertolongan Allah
Hidup manusia tidak akan terlepas dari yang dinamakan dengan masalah, karena masalah terkadang merupakan ujian dari Allah SWT untuk mengukur seberapa besar ketakwaan dan keimanan kita terhadap-Nya, namun terkadang masalah yang datang merupakan peringatan Allah terhadap kita agar kita kembali kepada jalan yang benar.
Yang menjadi masalah sebenarnya adalah bagaimana kita menanggapi dan mengatasi masalah tersebut. Apabila orang tersebut telah terlalu jauh meninggalkan Imannya maka orang tersebut gelisah, menganggap bahwa tidak ada lagi yang mampu menolongnya, sudah tidak berharga lagi hidupnya. Itulah orang yang berputus asa, padahal masih ada yang Maha Segalanya. Islam melarang seseorang berputus asa karena masalahnya. hal itu telah dijelaskan dalam Al-Quran sebagai berikut
"Katakanlah: "Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar: 53)
melalui ayat tersebut Allah telah menegaskan larangan putus asa atas segala Rahmat yang telah Allah berikan kepada kita. Apabila kita mau bertobat niscaya Allah akan mengampuni karena Allah lah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yakinlah selalu bahwa Allah selalu bersama hamba-hambanya yang beriman. Pertolongan Allah begitu dekat, maka tidak ada alasan untuk berputus asa. Berdoalah dan meminta pertolongan kepada-Nya, niscaya Allah akan mendengar dan mengabulkan doa kita
“Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tentram hatimu karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Al Imran : 126)
“bilakah datangnya pertolongan Allah?”. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (QS Al Baqarah : 214)
5. Membaca, Mempelajari dan Mengamalkan Al-Qur'an
 Sebagai seorang muslim, sudahlam menjadi barang yang harus yaitu membaca, mempelajari dan mengamalkan Al-Quran. Karena itulah kitab kita umat muslim, yang sudah menjadi keharusan untuk menjadikannya pedoman hidup. Al-quran merupakan petunjuk kehidupan dan obat.
Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.
(Q.S. Al-Isra' 17:82)
Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)…........   QS. Al Baqarah (2) : 2, 185
dan al-quran berisikan berbagai kalimat yang penuh dengan kebaikan, ayat-ayat Allah yang diturunkan pada bulan yang penuh barokah yaitu Bulan ramadhan, maka niscaya siapa yang dengan secara teratur membacanya maka tenanglah hatinya, bahkan yang mendengarkanpun akan ikut merasa tenang.
“ Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang , gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” (QS.Az Zumar : 23)
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal”. (QS. Al Anfal : 2)
Wallahu'alam 
Demikian artikel tentang  Manusia, Kegelisahan dan Cara Islam Mengatasinya, semoga artikel ini dapat selalu mengingatkan saya sendiri dan kita semua serta bermanfaat.




Sumber : wikipedia indonesia(kegelisahan), psikologi.or.id (jenis-jenis kecemasan), Al-quran dan berbagai referensi di internet, http://infokawulamuda.blogspot.com/2012/05/manusia-kegelisahan-dan-pandangan-islam.html

Keajaiban Sebuah Harapan

Ketika satu pintu tertutup maka pintu lain terbuka.
Namun, kita sering kali terpaku menyesali pintu yang tertutup itu,
hingga tak bisa melihat pintu lain yang terbuka bagi kita
~Alexander Graham Bell~
(Ilmuwan dan Penemu)
Saya dapat oleh-oleh dari acara kajian semalam. Bukan makanan yang enak, tapi kisah tentang keajaiban sebuah harapan. Awalnya saya pendam saja sebagai masukan tersendiri bagi jiwa saya. Tapi kemudian saya pikir akan punya kemanfaatan yang lebih jika saya mau berbagi. Yah, karena untuk berbagi harta saya belum cukup mampu, maka izinkan saya berbagi cerita ini untuk Anda. Syukur-syukur bisa membuka cakrawala dan wawasan yang berbeda dalam meneropong sisi kehidupan yang penuh liku ini.